Artikel
Mengantisipasi Cuaca Panas Ekstrim Selama Ibadah Haji


Suhu udara di Mekah maupun Madinah yang dapat mencapai 40 derajat celcius pada siang hari. Bahkan bisa sampai lebih dari 50 derajat celcius. Suhu ini dua kali lipat dibandingkan suhu normal di Indonesia.

Cuaca ekstreem tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti bibir pecah-pecah, mimisan, tenggorokan kering dan batuk, kulit kering dan gatal serta kaki melepuh. 

Dikutip dari laman tempo.co Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi Melzan Dharmayuli mengatakan untuk mencegah masalah ini, jemaah bisa mengantisipasinya dengan cara yang mudah dan sederhana. 

Untuk mencegah bibir pecah-pecah, jemaah dianjurkan gunakan pelembab bibir sesering mungkin, konsumsi buah dan sayur yang cukup, dan sering membasahi bibir dengan air minum.

Sementara untuk mencegah mimisan, membasahi masker dan menyemprotkan air dengan semprotan ke area wajah bisa menjadi solusi. 

Bila ingin terhindar dari tenggorokan kering dan batuk, bisa dengan meningkatkan intensitas minum air putih.

Sedangkan untuk mencegah kulit kering dan gatal dilakukan dengan menyemprotkan air di daerah yang terkena panas sesering mungkin dan gunakan pelembab kulit. 

Adapun untuk mencegah kaki melepuh, jemaah haji harus selalu memakai alas kaki dan membawa kantong untuk menyimpannya.

NRA Group sebagai Biro Travel Haji dan Umrah yang berusaha memberikan pelayanan terbaik juga mempersiapkan hal tersebut. 

Untuk calon jemaah haji yang sebentar lagi akan berangkat akan diperlengkapi dengan perlengkapan untuk mengantisipasi cuaca yang sangat panas di Tanah Suci. Para calon jemaah haji juga diberikan pembekalan terkait antisipasi cuaca panas tersebut dalam rangkaian acara manasik yang diselenggarakan NRA Group. 

Tak hanya itu, disediakan pula 5 dokter khusus untuk pelayanan kesehatan selama di Tanah Suci. Termasuk juga layanan cepat tanggap terhadap cuaca panas yang ekstrim tersebut.